Category Archives: Oktober 2008

Memuat seluruh pengalaman di bulan Oktober 2008.

Date  : 14 Oktober 2008

================

Hallo temen-temen…

Akhirnya, Induction Program dimulai.. Sekilas ttg Induction Program, Induction Program merupakan program orientasi buat karyawan baru di Telkomsel yg merupakan pengenalan lebih tentang Telkomsel.

Induction Program berlangsung selama seminggu, dimulai dari tanggal 13 Oktober (kemaren) sampai dengan tanggal 15 Oktober nanti, dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore. Sekedar sharing tentang hari kemarin, dimana merupakan hari pertama Induction Program. Saya bertemu dengan banyak temen-temen T-Sel (Telkomsel) yang sama-sama baru  masuk juga di T-Sel. Angkatan kami sebanyak 20 orang dari seluruh Indonesia. Ada yang lulus seleksi dari area Sumatera, area Sulawesi, dan area Jakarta (saya sendiri termasuk).  Temen-temen tersebut ada yang ditempatkan kerja di GraPari Aceh, Kalimantan, maupun di Kendari. Temen-temen yang di luar Jawa, ditempatkan selama seminggu di Hotel, dan diberi uang saku pula. Wahh enak sekali… Jadi pengen.. Hhehehe… Seneng sekali rasanya bisa bertemu dengan temen-temen seluruh Indonesia.. Dikumpulkan dalam satu ruangan, dan dibagi2 dalam 5 kelompok. Sharing-sharing pengalaman di daerahnya masing-masing.

Adapun awal induction program kemarin, dibuka oleh Bu Betty (Sekretaris Dirut T-Sel). Bu Betty ini sudah sejak tahun 1997 mulai bekerja di T-Sel. Ibu ini menceritakan pengalamannya selama bekerja sebagai sekretaris. Saya salut mendengar tiap ceritanya, dan pengalamannya sbagai seorang sekretaris. Suka dan duka sebagai sekretaris, dan perjuangan awal T-Sel sendiri.

Setelah Bu Betty, Pak Titus juga hadir. Beliau merupakan salah satu VP di T-Sel. Gaya yang gaul, dan trendy, dengan memakai jaket Hitam kulit, tapi celana kain, membuatnya elegan menurutku. Beliau juga menceritakan sekilas ttg T-Sel sendiri dari awal, visi dan misi T-Sel, dan perbandingan Customer Base T-Sel tiap bulan di tahun 2008 ini.

Sungguh takjub saya melihat, jumlah Customer Base yang telah mencapai target 60 juta pelanggan di bulan Oktober 2008 ini. Padahal Direktur Utama T-Sel, Pak Kiskenda, mencanangkan harapan target 60 juta pelanggan tersebut sampai akhir tahun 2008. Tapi ternyata, di bulan Oktober saja sudah bisa mencapai target. “Jadi, apalagi yang mau dikerja yahh??.. Target kita sudah tercapai duluan..” canda Pak Titus menerangkan Customer Base.

Setelah Pak Titus, sekitar jam 10 pagi, ternyata ada acara Halal Bil Halal T-Sel, dan diharapkan seluruh karyawan/karyawati T-Sel untuk hadir. Kami pun akhirnya  menghadiri juga acara tersebut. Kami dikenalkan dengan seluruh segenap direksi sampai Komisaris Utama T-Sel sendiri (Pak Rinaldi Firmansyah). Kami bersalaman dengan Beliau-Beliau tersebut. Dan satu kebanggaan tersendiri bisa bertatap muka langsung dengan mereka. Saya jadi bertambah semangat jadinyaa… Hhehehe.. ^_^

Acara Halal Bil Halal pun selesai, dan kami pun kembali ke kelas, untuk memulai Learning. Learning 1, mengenai “Start Right, Stay Right” dibawa oleh Pak Haris. Beliau jg sudah sejak tahun 1996 akhir bergabung dengan T-Sel sendiri. Beliau membawa kami ke dalam suasana sharing yang menyenangkan. Sistem pembelajaran kami menggunakan video. Setelah video ditayangkan, kami langsung diberi kesempatan  untuk sharing satu sama lainnya.. Tiap cuplikan video tersebut, menggambarkan 4 pokok utama Mindset seorang karyawan dalam bekerja di suatu perusahaan, yakni : Mindset kita kepada diri sendiri, Mindset kepada rekan kerja, Mindset kepada Perseroan (T-Sel), dan Mindset pada Organisasi yang ada. Inti dari 4 pokok utama ini adalah bagaimana mengatur pola pikir kita sebagai karyawan baru T-Sel agar seragam, dan menjadi lebih produktif lagi dalam bekerja dan  menghasilkan karya-karya inovasi terbaik. Menurutku, bimbingan Mindset (pola pikir) ini sangat bagus sekali.

Oh ya, ada satu hal yang juga sangat menarik buatku. Sebelum makan siang, hadir Pak Wiwiek (VP HR). Beliau sudah cukup tua, dan kurang lebih 2 tahun lagi pensiun. Beliau sangat ramah, dan blak-blak kan cerita tentang T-Sel. Mulai dari kelebihan, serta kekurangannya. Saya sangat terharu mendegar cerita Beliau, sebagai salah seorang pioneer T-Sel dari awal.  Bagaimana dulu, Telkomsel di awalnya, hanya beranggotakan 18 orang pekerja. Itu pun, bukan orang yang mendaftar ke T-Sel, tapi T-Sel sendiri yang turun ke lapangan untuk mencari orang-orang yang mau masuk ke T-Sel. Jadi, seperti menawarkan barang saja ke orang lain. Tidak sedikit orang menolak masuk ke T-Sel. Jadi, boleh disimpulkan bahwa, yang masuk ke T-Sel awal-awalnya, adalah orang-orang yang sudah tidak diterima kerja dimanapun, ataupun orang-orang yang masih pengangguran di terminal, ataupun di tempat lain.

Kacamata pemikiran saya menjadi terbuka setelah mendengar cerita dari Pak Wiwiek tentang step by step perjuangan T-Sel, hingga kini menjadi perusahaan telekomunikasi nomor satu di area Indonesia, dengan Customer Base terbanyak diantara kompetitornya. “Semua itu tidak lepas dari semangat para pendahulu, yang memiliki Integritas, Customer Intimacy, dan semangat professionalisme dalam bekerja”, ujar Pak Wiwiek.

Akhirnya, akhir sessi Pak Wiwiek, membuka sessi  yang ditunggu-tunggu, yakni makan siang.. Hhehehe..

Setelah makan siang, kami kembali lagi ke sessi Pak Haris. Dan kelas pun dimulai kembali. Tiap temen-temen dari luar Jawa, begitu sangat antusias terlibat dalam diskusi yang dibuka. Saya pun tidak mau kalah. “Jika kemarin, aku kebanyakan diam, hari ini (hari kedua), saya akan lebih banyak aktif lagi”, tekadku. Hhehehe.. Tidak mau kalah dong ama yang lain.. :p

Jam 3 break kembali. Wahh.. banyak banget ternyata acara makan-makannya. “Duh, kalo seminggu begini terus, bisa naek 3 kilo niee..”, pikirku dengan senengnyaa.. Hhehehe.. Blum lagi Break Time nya, menyuguhkan makanan-makanan yang menggiurkan.. Tak kuasa, saya menahan untuk tidak mencobanya satu-satuu.. Hhehehe.. “Kapan lagi makan-makan seperti ini menurutku, GRATIS apalagi..”, pikirku licik.. Hhehehe… :p

Akhirnya, setelah kurang lebih jam setengah 6, akhirnya kelas selesai juga di hari pertama ini. Dan kami pun kembali ke tempat masing-masing.

Seneng banget aku di hari pertama kemarin. Semoga di hari kedua ini, saya bisa belajar lebih banyak lagi, dan lebih aktif lagi terlibat dalam diskusi… Hhehhehe… (*Setidaknya, berharap bisa mengharumkan nama ITHB… :D *) .. Hhehehe…

Semangattt……… Ciii….haaaa….yy..yyooooooo…!!! ^_^

Date : 8 Oktober 2008

================

Kejadiannya tuh tadi malam. Sepulang kerja, dah sekitar jam 6 an. Segera ku ganti pakaian, dan aku sempetin olahraga dulu sebelum mandi. Iya betul, akhir-akhir ini, aku baru-baru sadar harus nerapin pola hidup sehat. Kesadaran ini diilhami langsung oleh Tulang saya (Om maksudnyee). Tulang selalu sempetin olah raga, angkat barbel, tiap pagi sebelum brkt kantor, dan tiap sore, sesudah pulang kantor. “Wuihh, mantap nian”, kagumku tiap melihat Tulang berolah raga. Padahal, jadwal dia tuh padat banget. Tapi tetap keliatan bugar selalu. Nah, oleh karena itu, aku tetapin, mau ikutin jg pola hidup sehat dari Tulangku ini.

Sehabis berkeringat ria, ku rebahkan tubuhku sementara waktu di sofa, sambil menunggu keringatnya kering. “Wes, dah kering nie”, tukasku beberapa menit kemudian sambil beranjak dari sofa mengambil handuk. Kuhampiri kamar mandi, dan akhirnya mandi juga. “Wah segernyaaa..!!”, ujarku setelah mandi. Setelah merasa segar, aku hendak mau makan malam. Makan malam sudah terhidang di meja disediakan oleh pembantu. Seneng rasanya hati ini ketika meliat menu  malam itu. “Thanks God”, ujarku dalam hati. “Kalo begini terus-terus, bisa naek nie 10 kilo”, lanjutku. Hahaha.. Amin..Amin… Dengan segera, kuaduk nasi sebanyak mungkin, ditambah lauknya, (sayangnya pauknya ga ada hari ini.. heuheuhue.. ), dan aku jg berdoa mengucap syukur, dan finally IT’S TIME FOR EATT…TT

Oh ya, lupa. Aku sebelumnya jg mau ambil air minum. Eh, ternyata air aqua galonnya dah habis. “Weleh, gmn dong!!”,sesalku. Yah terpaksa deh, makannya pelan-pelan, supaya ga keselek ntar.. Hhehehe.. Dan alhasil, ternyata aku berhasil jg.. Makan sebegitu banyak makanan, tapi ga keselek-keselek juga.. Hhehe.. “Bakat terpendam nie kayaknya”, pujiku dalam hati. Huehuehue…

Segera setelah habis makan malam, aku langsung keluar flat, untuk hendak mencari dimana penjual aqua galon. Kutanyakan pada satpam yg menjaga flat, dan dia memberikan informasi yg cukup jelas. Kuikuti arahan jalur yg diberitahu satpam tersebut. Dan ternyata lumayan jauh jg.  Ada kali 1 kilometer aku jalan ke tempat tersebut. Setelah kurang lebih setengah jam berjalan kaki, akhirnya sampe juga di tempat yang dituju. Aku masuk ke dalamnya, dan selanjutnya mataku mengitari seluruh isi ruangan, mencari sesuatu yang telah membuatku berjalan 1 kilometer jauhnya. Dan alhasil, AQUA Galonnya tidak ada. “Weleh..welehh…”, sedihku. “Yah.. mo diapalagi??”, pasrahku. Segera saja, aku  membeli roti tawar. “Daripada pulang dengan tangan kosong”,pikirku. Yah, ga sia-sialah aku berjalan. Setidaknya sarapan buat besok pagi sudah ada. Hehhe..

Sementara aku di tempat tersebut, tiba-tiba handphoneku bergetar. Segera kucek, sapa sie yg nelpon. Walaahhh.. Ternyata, yg nelpon si doi yg di bandung. “Walah.. Tumben nelpon?”, tanyaku. Tidak kuangkat teleponnya. “Hhehe.. Ga akan kuangkat!! Abiz td malam aku nelpon, ga diangkat-angkat juga”, tegasku. Iya, jadi aku malas angkat telepon dia, karna kejadian malam sebelumnya. Huehuehue.. Kejam banget yahh.. Ga lah, namanya juga apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Hehehhe.. Ga..ga.. Aku lakuin itu juga, karna tidak mau terfokus sama seorang wanita. Sementara ini, projek “perluas pergaulan” sedang digalakkan. Masa hanya fokus ke 1 wanita saja, padahal berjuta-juta wanita di luar sana. Hhehehe…

Sementara doi nelpon, ternyata sudah ada 1 sms masuk juga. Dan setelah kuperiksa, sms itu sms dari seorang perempuan muda, yg masih duduk di bangku sekolah. Yahhh.. She is pretty enough. Tapi masih sekolah. Jadi masih sangat muda. Isi smsnya itu menanyakan aku lagi ngapain, disertai banyolan layaknya seorang ABG. Hahaha… “Oke.. Aku balas kamu”,setelah membaca smsnya. Aku balas smsnya itu layaknya seorang ABG juga. “Wah, ga ada salahnya nie buat ditindaklanjuti..”, senyumku dalam hati sambil membalas smsnya. Hahahha… Mang ga ada aturannya khan, menindak lanjuti hubungan dengan seorang anak sekolahan.. Wong aku jg masih muda.. :p

Hhehehe… Sepanjang aku jalan pulang ke flat, aku sms an dengan anak sekolahan itu. Makin lama sms an, sms dia makin asik aja. Banyolan demi banyolan, ledekan demi ledekan, mengalir dengan derasnya.  Hingga tidak terasa, aku sudah tiba kembali di flat. Segera aku masuk ke kamar, dan melanjutkan sms an ku dengannya. Of course, disamping banyolan, aku juga mencoba sisipkan flattering ke dia. “Waduh, Gilaa.. Flattering ke anak sekolahan.. Gmana coba??”,pikirku. Yah sekedar nambah pengalaman, ga papa lah menurutku.. :p

Selanjutnya, dah beberapa waktu kami ber sms an ria, tapi perasaanku ttp gelisah. Pikiran masih saja ke doi yg di bandung. Tapi, bagaimana mutusin sms an yg sudah terlanjur asik begini. Aku dan anak sekolahan itu sudah larut dalam jeratan gombalan sms. Berat rasanya mengakhiri sms-an kami ini. Tapi mau diapa, hati jg ttp gelisah kalo belum telepon doi di bandung. Hati dan rasa berkecamuk dalam guratan ketidakpastian. Hingga akhirnya hati juga yang memenangkan pertarungan, dan aku pun mau menelepon si doi bandung.

Kukirim sebuah sms untuk mengakhiri sms kami berdua. Berikut isi smsnya, Oh ya Tante.. Ntar qt sambung lg sms an nya y. Om bdt mau istrht dulu.. Dh cape bgt td nyari aqua galonny.. Hehe.. :p. Ok d.. Met bobo y Tante.. Sweet dream.. Jbu..

Sekedar informasi, selama sms-an sebelumnya, aku meledek anak sekolahan itu Tante Genit, oleh karena dia suka coba-coba dandan make up, padahal usianya aja msh sekolahan. Tidak terima dengan ledekanku, anak sekolahan itu membalasnya dengan meledekku Om Badut. Hahaha.. Bener-bener iseng bangett.. But that’s okay.. As long that make us more close than usually… Hhehhe.. :p

Setelah mengetik sms terakhir tersebut, tanpa disadari aku melakukan kesalahan. Aku salah mengirim sms.. Aku malah mengirim sms tersebut ke doi yg di bandung.. Entah angin apa yang menyambetku, aku bisa-bisa aja salah mengirim sms.. Panik tak ketulungan, aku seperti orang yg kebakaran jenggot.. Segera aku ganti nomor AS ku dengan nomor XL. Tapi, ketika sudah memakai XL, aku tiba-tiba ingat, bahwa aku belum berhasil kirim sms terakhir ke anak sekolahan itu.. Walahhhh.. Segera saja aku ganti kembali ke kartu AS. Setelah aku ganti ke kartu AS, segera saja kukirimkan sms terakhir ke anak sekolahan yang asik itu. Setelah berhasil terkirim, tanpa memperdulikan bagaimana balasannya, aku langsung  menggantikannya lagi ke nomor XL, untuk bisa menelepon doi yg di bandung… “Cilakaa…”, pikirku.

Kemudian, aku menelepon si doi, dan tak lama si doi langsung mengangkat telepon tersebut. Wuihh, denger suaranya keliatannya seneng bgt. Aku jd tambah bingung. “Nie anak kok seneng aja, padahal aku dah salah kirim sms”, tanyaku penasaran.

Segera saja, di awal pembicaraan kami, aku memberi penjelasan tentang sms yang salah kirim tersebut. Aku menjelaskan sebenarnya kondisi bahwa sebelumnya aku mengirim sms tersebut ke seorang anak sekolahan, yang sudah aku anggap adik sendiri (*padahal berharap lebih.. hehehehe.. :p *). Panjang lebar aku menjelaskan duduk perkaranya, dan berharap si doi tidak salah paham.. Walau sudah menjelaskan panjang lebar, si doi ternyata tidak curigaan.. Doi malah mengatakan, bahwa doi malah menduga sms tersebut memang untuk dirinya. Tidak pernah terpikirkan bahwa itu salah kirim.

Gubrakzzz… $%%^&#%#$%$^&%^#%@#$%^$&$%^$%#$

Hhehehe.. Aneh bin ajaib.. Doi tidak curiga sedikit pun. Yahhh… Ada rasa seneng sekaligus sedih. Senangnya, doi tidak gampangan curigaan, tapi sedihnya, kalo tidak ada rasa curiga, ada kemungkinan tidak ada perasaan kepada diriku ini. Seharusnya menurutku, kalo memang seorang wanita ada perasaan kepada seorang cowok, lalu cowok itu salah kirim sms, sang cewek logisnya menaruh tanda tanya, dan segera menginginkankan penjelasan perihal sms tersebut. Tapi kali ini tidak..

Hhehe.. Yah mo diapa.. Seribu pertanyaan muncul di benakku, dan tak satupun terjawab dengan pasti. Perasaan doi masih belum bisa aku selami..  Cukup aku saja pikirku untuk menyimpan seribu pertanyaan ini..

Walau begitu, kami sempet menelepon satu setengah jam lamanya. Doi menceritakan semua aktifitas liburannya, dan aku pun meladeninya. Kuhilangkan semua pertanyaanku itu, dan berusaha larut dalam cerita doi..

Yah begitulah ceritanya salam kirim sms. Setidaknya, aku masih bisa mengucap syukur, sudah tambah dekat dengan anak sekolahan itu, dan sudah bisa mendengar lagi suara doi setelah sekian lama.. Hhehehehe….  :p

This post is password protected. To view it please enter your password below: